Sering Mengalami Stress Berkepanjangan? Waspada "PARENTAL BURNOUT"

by - Juli 22, 2021


Moms, pernahkah mengalami kondisi dimana kita 
merasa stress dalam proses mengasuh si kecil? Apakah stress tersebut berlangsung dalam waktu yang lama atau hanya singkat saja? Nah, kalau stress yang  berlangsung lama selama mengasuh si kecil bisa jadi moms sedang mengalami kondisi yang namanya Parental Burnout

Apa itu Parental Burnout? Bagaimana tanda-tandanya dan cara mengatasinya agar tidak berlangsung terus menerus? dibaca sampai habis ya moms tulisan ini .. 

Menurut psikolog klinis anak dan remaja, Hesty Novitasari, M.Psi, Psikolog dalam sebuah materi yang ia sampaikan di salah satu sosial media, Parental Burnout adalah "Respon terhadap stress/distrest yang bersifat kronis ( berlangsung lama/terus menerus) sehingga mengakibatkan keletihan fisik dan mental dalam pengasuhan. Parental Burnout merupakan respon terhadap stress pengasuhan yang telah berlangsung lama. Parental burnout terjadi karena ada kesenjangan antara harapan dan ekspektasi Dengan kondisi realita dan kapasitas orang tu dalam pklJika dibagi dalam level kondisi mental, maka peringkat pertama adalah stres, peringkat kedua (menengah) burnout, dan peringkat ketiga (berat) adalah depresi."

Tanda/Gejala Parental Burnout

Adapun gejala umum parental burnout yang secara umum yang dirasakan orangtua adalah:

🧡 Sulit mengontrol emosi, sehingga kerap melampiaskan emosi pada anak atau anggota keluarga
🧡 frustasi karena sudah mencoba berbagai macam cara pengasuhan, namun tidak terdapat perubahan perilaku pada anak/tidak sesuai harapan.
🧡 munculnya anggapan bahwa semua hal yang telah 
dilakukan sebagai orangtua selalu salah.
🧡Merasa kecewa, tidak mampu, dan tidak pantas menjadi orangtua.
🧡Merasa perannya tidak lagi dihargai, baik sebagai ayah, ibu, istri, suami, sehingga seringkali memicu konflik dalam keluarga.
🧡 Adanya perasaan kesal, marah, bahkan benci pada anak.
🧡Adanya keinginan untuk menjauhkan diri dan menghindari interaksi dengan anak. 

Gejala ini dapat semakin intens terjadi ketika orangtua dihadapkan dengan tuntutan multiperan, keraguan pada diri sendiri, opini & pandangan masyarakat, standar orangtua yang terlalu tinggi.

Perbedaan utama antara  stress dan parental burnout adalah stress berlangsung lebih singkat (saat situasi/kondisi tertentu) sedangkan parental burnout menyebabkan kelelahan yang luar biasa yang mengakibatkan ketidakselarasan antara pikiran, emosi, dan tindakan orangtua, sehingga menimbulkan “jarak” emosional dengan anak bahkan sampai ke tindakan yang mengarah ke kekerasan secara fisik/mental anak.

Cara Mengatasi Parental Burnout

1. Filter Informasi
Memilah/menyaring informasi yang diterima langsung atau dari sosial media. Seperti misalnya mendapat komentar-komentar negatif mengenai pertumbuhan anak , body shamming dan lain-lain.Jika terjadi hal seperti itu,tidak perlu terlalu ditanggapi. 

2. Scheduling
Tentukan prioritas semacam jadwal aktivitas sebagai acuan dalam pengasuhan. 

3. Co - Parenting
Komunikasikan kepada pasangan/orangtua mengenai harapan, pembagian tugas dan aktivitas pengasuhan

4. Sederhanakan Ekspektasi
Sesuaikan harapan dengan kondisi realita,  dan kemampuan orangtua dalam pemenuhan tanggung jawab pengasuhan. 

5. Self Care
Sediakan sejenak waktu istirahat untuk mengisi energi dan mengembalikan mood kembali, bisa melakukan hobi atau melakukan hal yang disukai. 

6. Maknai Kembali
Mendefinisikan dan memaknai kembali peran dan tanggung jawab sebagai ayah dan ibu dalam melakukan pengasuhan pada anak,  dengan menjalin interaksi dan komunikasi yang sehat dengan anak. 

Selain langkah-langkah praktis tersebut, orangtua juga dapat menyiasati untuk meluangkan waktu istirahat sejenak dengan memberikan kesempatan pada anak untuk mengikuti aktivitas/kegiatan positif dan menyenangkan yang difasilitasi oleh pusat-pusat edukasi, dimana saat pandemi ini juga banyak tersedia dalam bentuk program online. Sehingga anak tetap dapat melakukan kegiatan positif di rumah, dan orangtua dapat memanfaatkan waktu tersebut untuk mengistirahatkan diri sejenak dari rutinitas yang padat.

 Menurut Hesty Novitasari, M.Psi, Psikolog, Emosi adalah Respon atas persepsi (penilaian negatif atau positif) terhadap suatu interaksi/permasalahan/situasi, yang melibatkan proses fisiologis dan psikologis , sehingga akan mempengaruhi seseorang dalam bertindak dan menampilkan ekspresi emosinya. Mengelola emosi layaknya seperti mengelola air pada bendungan, ada kalanya perlu ditahan namun ada kalanya perlu dialirkan.

 Adapun dalam pengelolaan emosi, terdapat pada pengelolaan nafas sebagai salah satu cara untuk dapat menenangkan diri, saat merasakan emosi negatif. Teknik nafas yang bisa dilakukan dengan 
metode 4 – 4 – 8 ( 4 hitungan tarik nafas, 4 hitungan tahan nafas, 8 hitungan hembuskan nafas).
Selain itu dapat juga melakukan hitung mundur ( 5 4 3 2 1 ) secara perlahan sembari melalukan afirmasi positif, untuk dapat menenangkan diri.

Pengasuhan merupakan proses yang berkesinambungan, oleh karena itu membutuhkan kesehatan dan kesiapan fisik serta mental orangtua. Ambillah jeda sejenak untuk memulihkan kelelahan mental. Sesuaikan waktu rehat orangtua dengan tetap mengarahkan anak pada aktivitas anak yang positif, bermanfaat, dan menyenangkan baginya. Jika merasakan gejala kelelahan atau kejenuhan dalam pengasuhan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan professional atau ahli untuk mendapatkan solusi yang lebih sehat dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi.


**Sumber dan inspirasi tulisan dari Kulwap bersama Psikolog klinis anak dan remaja, Hesty Novitasari, M.Psi, "Parental Burnout, Apa itu dan Bagaimana Mengatasinya? "

You May Also Like

9 komentar

  1. Kdg sayang duit nya buat pake konsultasi .. mending pake buat liburan 😂. Tp mgkin klo dah stress akut butuh tenaga profesional bgt ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo memang ga ke tenaga profesional, dicobaaja me time mom untuk mengembalikan mood dan menenangkan diri ☺☺

      Hapus
  2. Bagus banget ini buat nambah wawasan..😍

    BalasHapus
  3. Makasih infonya. Aku baru tahu istilah ini haha. Sering ngalamin tapi baru tahu klo ada istilah khususnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setiap new mom pasti mengalaminya mom.. Yg penting sudah tau cara mengantisipasinya ya..

      Hapus
  4. Aku pernah ditahap ini, terimakasih atas sharingnya mom

    BalasHapus
  5. Aku baru aja ngerasain burnout, makasi sharingnya yaa mbaa

    BalasHapus
  6. Baru tau nih, dan Ternyta aku pernah mengalaminya

    BalasHapus
  7. Terima kasih infonya ya mak. Berguna banget buat pelajaran aku sebagai orang tua

    BalasHapus